Sungai Sunyi. Dia tak pernah keruh. Tak pernah menyajikan ricuh. Dia hanya air yang terus dan terus mengalir sampai pecah pada muara yang kemudian menjadi buih didermaga. sungai hanya sebuah bentuk liku yang panjang, namun dibalik kesunyian itu ada sebuah sesaji yang menyumbat penat dan memberi sebuah catatan baru tentang kerinduan.
Mari menulis. Mari melawan lupa!!!

& Komentar
24 Juli 2007 pukul 3:57 pm
kesunyian diantara dunia ramai…masih adakah?
salam kenal mas
numpang baca2 ya
28 Juli 2007 pukul 7:52 am
Hari ini keramaian telah membuat semua menjadi sepi.
jika ada keramaian yang berarti itu hanya sedikit.
aku masih mencari keramaian yang berarti, tapi tetap saja nihil.
maka, aku lebih senang berada di sungai ini.. sungai yang kubuat sendiri..
salam kenal juga… serin2 numpang ya… saya tunggu komentarnya lagi.
17 Agustus 2007 pukul 1:03 am
Aliran hikmah tak bermuara
berlabuh di lubuk kesunyian
membawa bangkai-bangkai sepi tak bertuan
di hamparan deras tak bergelombang
menghaupus sunyi
mengikis kerak-kerak dendam
sungai membersih jantung hati
17 Agustus 2007 pukul 3:40 am
sunyi itu, bermakna. bagaimanapun ia.
11 September 2007 pukul 8:00 am
puisi ini begitu berarti bagiku.namun aku terus bertanya-tanya,apakah ada kesunyian yang abadi di dunia ini?
25 Desember 2007 pukul 9:25 am
where I can find the other poems that made by soe?
everyone please help me.
thank you very much for your attention
6 Maret 2009 pukul 6:46 am
salam kenal.Kunjungan balik ke blog saya ya, http://yantigobel.wordpress.com
13 Maret 2009 pukul 3:17 am
salam kenal…
13 Maret 2009 pukul 3:19 am
salam kenal
1 April 2009 pukul 1:00 am
Salam kenal. Teruslah berpuisi, kawan.. Kalau ada waktu, silakan main ke blog saya, http://caricadieng.wordpress.com
3 April 2009 pukul 4:33 pm
salam kenal bung!
14 April 2009 pukul 8:20 am
Salam kenal.
23 April 2009 pukul 1:54 pm
saleum rakan!
24 April 2009 pukul 2:42 am
Sunyi…adakah penghuni?
6 Juni 2009 pukul 4:16 am
Ya…. semangat menulis,
“Sejarah akan tetap diingat karena ditulis.
Sejarah akan ditulis karena diingat.
Salam kenal,
19 Agustus 2009 pukul 6:13 am
berdamai dengan kegelisahan bumi
menari dalam iringan peti mati
bergurau dengan petir
sesatir senyuman lukisan kehidupan
menyelami hati berbahasa sepi
disana penuh arti
abadi
murni
suci
19 Agustus 2009 pukul 8:21 am
Assalamu’alaikum…
salam kenal, sebagai sesama pemuda angkatan 87 devi jadi merasa minder ni udah hampir 22 tahun membumi tapi belum punya kontribusi nyata yang menyatakan bahwa “aku ada” but not just it tapi juga “keberadaanku diakui dan keberadaanku mempunyai manfaat”, ok jadi termotivasi, saluuut buat Akmal, keep on workin bro…
let see
siapa, akan menjadi apa aku nanti, dan seperti apa aku akan dikenang ditentukan oleh sumbangsihku pada dunia hari ini…
semoga sukses, ditunggu karya selanjutnya
wassalamu’alaikum
26 Agustus 2009 pukul 8:17 am
Assalamu’alaikum
Salam kenal aa movi, Jangan lupa kapan2 Berkunjung kesini
27 September 2009 pukul 10:17 pm
salam kenal…
terima kasih sudah singgah…
saya sudah mengunjungi blog anda.. bagus sekai..
28 Agustus 2009 pukul 8:40 pm
salam hangat…
mas, saya perlu beberapa naskah teater. tapi, klu bisa yang penulisnya orang indonesia. tolong ya mas…
Raihan
27 September 2009 pukul 10:13 pm
ada beberapa naskah terkenal. semuanya termaktub di bank naskah punya mas lee birkin. coba cari di google. kayaknya masih ada.