Oleh: Akmal MR
Sahabat itu adalah hati
Berbuat untuk kemurnian
Tak pernah berharap untuk diberi
Saat hati ingin memberi
Dengarkan aku,
Ini adalah sebuah catatan tentang perjalanan
Sebuah cerita yang tak akan pernah lenyap
Sekalipun langit telah senja
Cerita tentang kita tetap akan terus mengalir
Sampai masa yang tak terbatas
Di mana anak kita nantinya yang akan meneruskan langkah kita
Dan janganlah diam,
Meski malam itu gelap
Tapi bintang adalah sebuah keindahan yang nyata
Kadang bulan juga datang menyambung terang kesunyian
Hadir untuk aku dan kamu
Sahabat itu adalah jiwa
Tempat rasa gelisah terbuang sudah
Tak akan ada kisah yang terindah di dunia ini
Selain tentangmu, sahabat
Dalam setitik embun
Ada sebuah kemurnian yang suci
Ia tidak pernah luput dari fajar
Itulah sebuah kekuatan yang tak akan hilang
Di sana terdapat rindu
Ketika hari yang terlewatkan terasa sesak
Jika aku harus berucap pada kesedihan
Saat kau dan aku merasa sendiri
Maka pandangilah langit setelah hujan pergi
Maka langit itulah yang menjadi pengganti keluh kita
Aku tidak berharap pelangi menjadi pengganti
Karena indahnya mata dan senyummu
Tak pernah kuharap ada penggantinya
Karena sahabat adalah mata hati yang kecil
Tapi memiliki rasa yang amat besar bagi kehidupan
Lam U, Februari 2009

& Komentar
13 April 2009 pukul 12:48 pm
bagiku sahabat itu adalah gerimis…ya kaya gitu
14 April 2009 pukul 8:18 am
Aku menganggap ia sepeti langit yang teduh… hiks:)
20 April 2009 pukul 7:08 pm
sahabat itu adalah orang yang tau bahwa aku lapar tanpa perlu bertanya
24 April 2009 pukul 8:44 am
Sahabat ibarat mata dan tangan apabila mata menangis tangan akan setia menghapusx,sahabat ibarat hati dan mata apabila hati terluka mata ikut merasakan sakitx di.Lukai.
13 Mei 2009 pukul 7:14 am
ih…..
puisinya sweet bget….!!!!
sahabat menurut q
seseorang yg paling q percaya….
11 Oktober 2009 pukul 4:22 am
Waw…
puisi Qm bgs bngt! Q sk Lho…
28 Oktober 2009 pukul 11:42 am
makasih ya…. tq