26 Maret 2009...5:27 pm

Pengertian Drama dan Teater

Lompat ke Komentar

1. DRAMA

Drama berarti perbuatan, tindakan. Berasal dari bahasa Yunani “draomai” yang berarti berbuat, berlaku, bertindak dan sebagainya. Drama adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak. Konflik dari sifat manusia merupakan sumber pokok drama

Dalam bahasa Belanda, drama adalah toneel, yang kemudian oleh PKG Mangkunegara VII dibuat istilah Sandiwara.

Drama (Yunani Kuno δρμα) adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor. Kosakata ini berasal dari Bahasa Yunani yang berarti “aksi”, “perbuatan”. Drama bisa diwujudkan dengan berbagai media: di atas panggung, film, dan atau televisi. Drama juga terkadang dikombinasikan dengan musik dan tarian, sebagaimana sebuah opera.

2. TEATER

Secara etimologis : Teater adalah gedung pertunjukan atau auditorium. Dalam arti luas, teater ialah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak. Teater bisa juga diartikan sebagai drama, kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media : Percakapan, gerak dan laku didasarkan pada naskah yang tertulis ditunjang oleh dekor, musik, nyanyian, tarian, dsb.

Teater (Bahasa Inggris “theater” atau “theatre”, Bahasa Perancisthéâtre” berasal dari Bahasa Yunani “theatron”, θέατρον, yang berarti “tempat untuk menonton”) adalah cabang dari seni pertunjukan yang berkaitan dengan akting/seni peran di depan penonton dengan menggunakan gabungan dari ucapan, gestur (gerak tubuh), mimik, boneka, musik, tari dan lain-lain. Bernard Beckerman, kepala departemen drama di Univesitas Hofstra, New York, dalam bukunya, Dynamics of Drama, mendefinisikan teater sebagai ” yang terjadi ketika seorang manusia atau lebih, terisolasi dalam suatu waktu/atau ruang, menghadirkan diri mereka pada orang lain.” Teater bisa juga berbentuk: opera, ballet, mime, kabuki, pertunjukan boneka, tari India klasik, Kunqu, mummers play, improvisasi performance serta pantomim.

3. AKTING YANG BAIK

Akting tidak hanya berupa dialog saja, tetapi juga berupa gerak.

Dialog yang baik ialah dialog yang :

1. terdengar (volume baik)

2. jelas (artikulasi baik)

3. dimengerti (lafal benar)

4. menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah)

5. Gerak yang balk ialah gerak yang :

6. terlihat (blocking baik)

7. jelas (tidak ragu‑ragu, meyakinkan)

8. dimengerti (sesuai dengan hukum gerak dalam kehidupan)

9. menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah)

Penjelasan :

1. Volume suara yang baik ialah suara yang dapat terdengar sampai jauh.

2. Artikulasi yang baik ialah pengucapan yang jelas. Setiap suku kata terucap dengan jelas dan terang meskipun diucapkan dengan cepat sekali. Jangan terjadi kata‑kata yang diucapkan menjadi tumpang tindih.

3. Lafal yang benar pengucapan kata yang sesuai dengan hukum pengucapan bahasa yang dipakai . Misalnya berani yang berarti “tidak takut” harus diucapkan berani bukan ber‑ani.

4. Menghayati atau menjiwai berarti tekanan atau lagu ucapan harus dapat menimbulkan kesan yang sesuai dengan tuntutan peran dalam naskah.

5. Blocking ialah penempatan pemain di panggung, diusahakan antara pemain yang satu dengan yang lainnya tidak saling menutupi sehingga penonton tidak dapat melihat pemain yang ditutupi.

6. Pemain lebih baik terlihat sebagian besar bagian depan tubuh daripada terlihat sebagian besar belakang tubuh. Hal ini dapat diatur dengan patokan sebagai berikut

a. Kalau berdiri menghadap ke kanan, maka kaki kanan sebaiknya berada didepan.

b. Kalau berdiri menghadap ke kiri, maka kaki kiri sebaiknya berada didepan.

c. Harus diatur pula balance para pemain di panggung. Jangan sampai seluruh pemain mengelompok di satu tempat. Dalam hal mengatur balance, komposisinya:

· Bagian kanan lebih berat daripada kiri

· Bagian depan lebih berat daripada belakang

· Yang tinggi lebih berat daripada yang rendah

· Yang lebar lebih berat daripada yang sempit

· Yang terang lebih berat daripada yang gelap

· Menghadap lebih berat daripada yang membelakangi

Komposisi diatur tidak hanya bertujuan untuk enak dilihat tetapi juga untuk mewarnai sesuai adegan yang berlangsung; Jelas, tidak ragu‑ragu, meyakinkan, mempunyai pengertian bahwa gerak yang dilakukan jangan setengah‑setengah bahkan jangan sampai berlebihan. Kalau ragu‑ragu terkesan kaku sedangkan kalau berlebihan terkesan over acting. Dimengerti, berarti apa yang kita wujudkan dalam bentuk gerak tidak menyimpang dari hukum gerak dalam kehidupan. Misalnya bila mengangkat barang yang berat dengan tangan kanan, maka tubuh kita akan miring ke kiri, dsb. Menghayati berarti gerak‑gerak anggota tubuh maupun gerak wajah harus sesuai tuntutan peran dalam naskah, termasuk pula bentuk dan usia.

Akmal MR

& Komentar

  • mari kita menjalin komunikasi antar pekerja teater
    kunjungi Teater di Internet
    http://daenk-spd.blogspot.com

  • saya seorang mahasiswa broadcast yang sedang mengerjakan tugas akhir,boleh minta definisi mengenai adegan,dan adegan yang optimal itu seperti apa? juga mengenai segala sesuatu yang berkenaan dengan adegan. tolong kirim ke email saya terima kasih.

  • boleh minta definisi adegan dan segala sesuatu yang bekenaan dengan adegan. saya sedang mengerjakan tugas akhir dan butuh banyak sumber…terima kasih

  • saya mau menceri refrensi tentang hubungan ilustrasi musik drama dengan pertunjukan drama atau teater.bagaimana pengaruh musik pada drama….

    • Bagaimana musik dianggap penting untuk diapresiasi secara khusus ketika ia menyanding beragam seni atau cerita, baik yang muncul di radio, televisi, bioskop, maupun ruang-ruang pertunjukan? Pernahkah Anda, dari tumpah ruahnya tontonan film, sinetron, ataupun seni drama/teater abad ini, lebih memilih menikmati musiknya saja daripada ceritanya? Atau Anda mengabaikan musiknya begitu saja, tak menghiraukannya dan hanya berfokus pada cerita? Ataukah Anda menganggap musik dan cerita sama-sama pentingnya? Mungkin jawaban bisa seragam: musik dan cerita sama-sama penting! Bagaimana pun juga, musik adalah faktor ketajaman telinga. Dan, bicara topik satu ini adalah benang merah trilogis antara musik, mata, dan telinga.

  • minta devinisi artikulasi dalam teaterdong

  • minta devinisi artikulasi dalam teater donk?

    • Yang dimaksud dengan artikulasi pada teater adalah pengucapan kata melalui mulut agar terdengar dengan baik dan benar serta jelas, sehingga telinga pendengar/penonton dapat mengerti pada kata kata yang diucapkan.
      Pada pengertian artikulasi ini dapat ditemukan beberapa sebab yang mongakibatkan terjadinya artikulasi yang kurang/tidak benar, yaitu :
      1. Cacat artikulasi alam : cacat artikulasi ini dialami oleh orang yang berbicara gagap atau orang yang sulit mengucapkan salah satu konsonon, misalnya ‘r’, dan sebagainya.
      2. Artikulasi jelek ini bukan disebabkan karena cacat artikulasi, melainkan terjadi sewaktu waktu. Hal ini sering terjadi pada pengucapan naskah/dialog.

      trims…
      Akmal M.Roem

  • bagus bangat blog kamu ini..banyak bagi aku sumber tentang bidang teater..makasih…

  • Penggunaan kata ‘drama’ hendaknya selalu disertakan pada pembagian jenis/bentuknya agar tidak terjadi kesalahpahaman memaknakan ‘drama’.
    Teater hakekatya drama juga (drama teater). Ada satu lagi istilah drama yang harus dimuculkan, yaitu drama sastra.
    Bedanya, drama sastra hanya sampai pada pernaskahan sedangkan drama teater sama dengan drama panggung, lebih banyak berhubungan dengan pementasan. Adapun drama film dan drama radio merupakan cuplikan dari teater (pementasan).
    Lalu apa sesungguhnya ‘drama’? Drama diartikan sebagai peniruan dari sesuatu yang sesungguhnya. Apapun yang sifatnya peniruan bisa disebut sebagai drama. Tidak heran kalau ada orang mengatakan kehidupan di dunia adalah DRAMA dari kehidupan yang sesungguhnya (Akhirat).


Tinggalkan Balasan