Skip to content

Syair Perahu – Hamzah Fansuri

by on 6 January 2008

Syair Perahu 

Inilah gerangan suatu madah
mengarangkan syair terlalu indah,
membetuli jalan tempat berpindah,
di sanalah i’tikat diperbetuli sudah

Wahai muda kenali dirimu,
ialah perahu tamsil tubuhmu,
tiadalah berapa lama hidupmu,
ke akhirat jua kekal diammu.

Hai muda arif-budiman,
hasilkan kemudi dengan pedoman,
alat perahumu jua kerjakan,
itulah jalan membetuli insan.

Perteguh jua alat perahumu,
hasilkan bekal air dan kayu,
dayung pengayuh taruh di situ,
supaya laju perahumu itu

Sudahlah hasil kayu dan ayar,
angkatlah pula sauh dan layar,
pada beras bekal jantanlah taksir,
niscaya sempurna jalan yang kabir.

Perteguh jua alat perahumu,
muaranya sempit tempatmu lalu,
banyaklah di sana ikan dan hiu,
menanti perahumu lalu dari situ.

Muaranya dalam, ikanpun banyak,
di sanalah perahu karam dan rusak,
karangnya tajam seperti tombak
ke atas pasir kamu tersesak.

Ketahui olehmu hai anak dagang
riaknya rencam ombaknya karang
ikanpun banyak datang menyarang
hendak membawa ke tengah sawang.

Muaranya itu terlalu sempit,
di manakan lalu sampan dan rakit
jikalau ada pedoman dikapit,
sempurnalah jalan terlalu ba’id.

Baiklah perahu engkau perteguh,
hasilkan pendapat dengan tali sauh,
anginnya keras ombaknya cabuh,
pulaunya jauh tempat berlabuh.

Lengkapkan pendarat dan tali sauh,
derasmu banyak bertemu musuh,
selebu rencam ombaknya cabuh,
La ilaha illallahu akan tali yang teguh.

Barang siapa bergantung di situ,
teduhlah selebu yang rencam itu
pedoman betuli perahumu laju,
selamat engkau ke pulau itu.

La ilaha illallahu jua yang engkau ikut,
di laut keras dan topan ribut,
hiu dan paus di belakang menurut,
pertetaplah kemudi jangan terkejut.

Laut Silan terlalu dalam,
di sanalah perahu rusak dan karam,
sungguhpun banyak di sana menyelam,
larang mendapat permata nilam.

Laut Silan wahid al kahhar,
riaknya rencam ombaknya besar,
anginnya songsongan membelok sengkar
perbaik kemudi jangan berkisar.

Itulah laut yang maha indah,
ke sanalah kita semuanya berpindah,
hasilkan bekal kayu dan juadah
selamatlah engkau sempurna musyahadah.

Silan itu ombaknya kisah,
banyaklah akan ke sana berpindah,
topan dan ribut terlalu ‘azamah,
perbetuli pedoman jangan berubah.

Laut Kulzum terlalu dalam,
ombaknya muhit pada sekalian alam
banyaklah di sana rusak dan karam,
perbaiki na’am, siang dan malam.

Ingati sungguh siang dan malam,
lautnya deras bertambah dalam,
anginpun keras, ombaknya rencam,
ingati perahu jangan tenggelam.

Jikalau engkau ingati sungguh,
angin yang keras menjadi teduh
tambahan selalu tetap yang cabuh
selamat engkau ke pulau itu berlabuh.

Sampailah ahad dengan masanya,
datanglah angin dengan paksanya,
belajar perahu sidang budimannya,
berlayar itu dengan kelengkapannya.

Wujud Allah nama perahunya,
ilmu Allah akan [dayungnya]
iman Allah nama kemudinya,
“yakin akan Allah” nama pawangnya.

“Taharat dan istinja’” nama lantainya,
“kufur dan masiat” air ruangnya,
tawakkul akan Allah jurubatunya
tauhid itu akan sauhnya.

Salat akan nabi tali bubutannya,
istigfar Allah akan layarnya,
“Allahu Akbar” nama anginnya,
subhan Allah akan lajunya.

“Wallahu a’lam” nama rantaunya,
“iradat Allah” nama bandarnya,
“kudrat Allah” nama labuhannya,
“surga jannat an naim nama negerinya.

Karangan ini suatu madah,
mengarangkan syair tempat berpindah,
di dalam dunia janganlah tam’ah,
di dalam kubur berkhalwat sudah.

Kenali dirimu di dalam kubur,
badan seorang hanya tersungkur
dengan siapa lawan bertutur?
di balik papan badan terhancur.

Di dalam dunia banyaklah mamang,
ke akhirat jua tempatmu pulang,
janganlah disusahi emas dan uang,
itulah membawa badan terbuang.

Tuntuti ilmu jangan kepalang,
di dalam kubur terbaring seorang,
Munkar wa Nakir ke sana datang,
menanyakan jikalau ada engkau sembahyang.

Tongkatnya lekat tiada terhisab,
badanmu remuk siksa dan azab,
akalmu itu hilang dan lenyap,
(baris ini tidak terbaca)

Munkar wa Nakir bukan kepalang,
suaranya merdu bertambah garang,
tongkatnya besar terlalu panjang,
cabuknya banyak tiada terbilang.

Kenali dirimu, hai anak dagang!
di balik papan tidur telentang,
kelam dan dingin bukan kepalang,
dengan siapa lawan berbincang?

La ilaha illallahu itulah firman,
Tuhan itulah pergantungan alam sekalian,
iman tersurat pada hati insap,
siang dan malam jangan dilalaikan.

La ilaha illallahu itu terlalu nyata,
tauhid ma’rifat semata-mata,
memandang yang gaib semuanya rata,
lenyapkan ke sana sekalian kita.

La ilaha illallahu itu janganlah kaupermudah-mudah,
sekalian makhluk ke sana berpindah,
da’im dan ka’im jangan berubah,
khalak di sana dengan La ilaha illallahu.

La ilaha illallahu itu jangan kaulalaikan,
siang dan malam jangan kau sunyikan,
selama hidup juga engkau pakaikan,
Allah dan rasul juga yang menyampaikan.

La ilaha illallahu itu kata yang teguh,
memadamkan cahaya sekalian rusuh,
jin dan syaitan sekalian musuh,
hendak membawa dia bersungguh-sungguh.

La ilaha illallahu itu kesudahan kata,
tauhid ma’rifat semata-mata.
hapuskan hendak sekalian perkara,
hamba dan Tuhan tiada berbeda.

La ilaha illallahu itu tempat mengintai,
medan yang kadim tempat berdamai,
wujud Allah terlalu bitai,
siang dan malam jangan bercerai.

La ilaha illallahu itu tempat musyahadah,
menyatakan tauhid jangan berubah,
sempurnalah jalan iman yang mudah,
pertemuan Tuhan terlalu susah.

Hamzah Fansuri

 

About these ads

From → Karya Tokoh

45 Comments
  1. Sungguh puisi yang unik, saya sangat suka !
    Terima kasih atas puisinya yang indah !

    Best Regard,
    Bintang
    http://elindasari.wordpress.com

  2. Ocha Githu permalink

    syairnya bagus, memberikan nasihat kepada generasi muda untuk selalu ingat dan taat kepada allah swt yang menciptakan untuk kita semua….

  3. Somehow i missed the point. Probably lost in translation :) Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Surely

  4. MakAccccIIIIhhh . . …
    BanTuIn tUgAS bhAsA qUUUwwwhhh . . . .
    SyAiRnYa PanJang AMat Ya

  5. Cinta permalink

    Wah…wah…wah…
    menakjubkan

  6. sungguh sunyi. tak ada yang bisa menyerupainya

  7. terima kasih kerana berkongsi syair ini. saya mau tahu lebih bnyk lg tentang syair hamzah fansuri. harap Sdr. dapat berbahgi antara pengunjung blog jika terdapat syair-syair hamzah fansuri yg lain.
    terima kasih

  8. What is captcha code?, pls provide me captcha code codes or plugin, Thanks in advance.

  9. Preman Insaf permalink

    Sangatlah bagus tuan syairkan
    Bertabuh rindu pencipta badan
    Selaksa maut kian sampirkan
    Alamat kapal sampai labuhan…

    salam,

  10. kasih syairnya jangan panjang2 donk
    bisa2 otak gue buntu nie

  11. Ajaran Hamzah Fansury menurut saya ada hubungannya dengan ajaran Syaikh Siti Jinnar di pulau Jawa, karena dari beberapa referensi yang saya dapatkan kedua ulama ini menganut ajaran wahdatul wujud. Menurut Anda apakah wahdatul wujud yang dianut Hamzah di Aceh sama dengan wahdatul wujud yang dianut Siti Jinnar di pulau Jawa?, tolong diberikan kejelasannya,trimakasih.

  12. iska atjeh permalink

    pelajari terlebih dahulu jangan langsung mengatakan orang sesat…
    kadang kata-kata mereka yang belum bisa kita pahami oleh orang awam seperti kita..
    dan yg sangat disesalkan banyak sejarah yang sengaja ditutupi

  13. etha aprita permalink

    kalo syair api ada gak…
    tolong di bantu ya…

  14. tri septiana permalink

    cukup bagus sich cuma terlalu panjang!

  15. Fitri A permalink

    syair perahu ini bagus sekali, banyak hal – hal yang diungkapkan disana yang tujuannya agar kita tetap ingat kepada Allah SWT :)

  16. Prince Virioz permalink

    bagus banget syairnya…
    tapi maksud daari syairnya apa yaa ??
    ada ga ayat qur’an yang menjelaskan tentang itu ??

  17. Sarifatus.S permalink

    hanya ada satu kata untuk anda:

    wwwooooowwwwwwwwwwwwwww,,,,,

  18. makasia om ..
    hahahah”

    tugas BI ane hampir kelar juga !

  19. muhammad Rizal Al-Asyi al-bambani permalink

    sya’ir sangat bagus dan penuh ilmu tauhid, tp bagi org awam sangatlah berhati2 karena ada bait yg mengarah kpd faham “WAHDATUL WUJUD” ya’ni pada akhir bait ini ” La ilaha illallahu itu kesudahan kata,
    tauhid ma’rifat semata-mata.
    hapuskan hendak sekalian perkara,
    hamba dan Tuhan tiada berbeda.”
    maka perlulah bimbingan seorang guru yg mursyid agar tdk terjerumus dalam faham tersebut. wallaahu ‘a’lam bish-shawaab.

  20. bukan maksud hamba nak mngatakan faham ini sesat, tp hamba bermaksud bhwa bg org awam yg belum mncapai maqan ma’rifah, hendaklah mncari guru yg mursyid agar tdk tersalah dlm mmahami, karena tuan syaikh ini telah mncapai maqam ma’rifah, sementara kita masih dalam maqam Syari’at. bila hndak mnyelam samudra luas, mk persiapkan bekal semisal kapal dan mesti pandai berenang dan mahir dalam mnyelam agar tidak karam dalam lautan luas, krn lautan bukan tempat kita org awam. demikian wallaahu muwaffiq ilaa aqwaamith thariq. (Muhammad Rizal Aceh)

  21. Untuk memperjelas hubungan antara SYARIAT dan HAKIKAT, kita berikan contoh shalat.
    Melakukan gerakan-gerakan shalat dan pekerjaan-pekerjaan lahiriahnya, memenuhi rukun-rukun dan syarat-syaratnya,serta hal-hal lain yang disebutkan oleh para ulama figh, merupakan sisi SYARI’AT, yaitu JASAD SHALAT. Sedangkan hadirnya hati bersama Allah dalam shalat merupakan sisi HAKIKAT yaitu ROH SHALAT.
    Jadi, gerakan-gerakan shalat dengan anggota badan adalah jasad shalat dan khusu’ adalah rohnya. Lalu apakah manfa’at jasad tanpa roh? Sebagaimana roh membutuhkan jasad sebagai tempatnya berdiri, begitu juga jasad membutuhkan roh yang dengannya dia berdiri. Oleh karena itu, “Dirikanlah shalat dan keluarkan zakat.” (QS.Al-Baqarah:110). Mendirikan sesuatu tidak akan bisa dilakukan kecuali dengan adanya jasad dan roh. Oleh karena itu, Allah tidak mengatakan, “adakanlah shalat”.
    Dari sini kita mengetahui hubungan yang erat antara SYARI’AT dan HAKIKAT,sebagaimana halnya hubungan antara roh dan jasad. Seseorang mukmin yang sempurna adalah yang dapat menggabungkan antara SYARI’AT dan HAKIKAT. Dan inilah arahan kaum sufi untuk sekalian manusia, berdasarkan jejak rasulullah s.a.w. dan para sahabatnya yang mulia.
    Untuk mencapai maqam yang mulia dan iman yang sempurna ini, seseorang harus menempuh jalan (tarekat), yaitu jihad melawan nafsu, meningkatkan sifat-sifatnya yang kurang menjadi sifat-sifat yang sempurna, dan meniti maqam-maqam kesempurnaan dengan pengawasan para mursyid. Inilah jembatan yang akan mengantarkan dari syariat menuju hakikat.
    Sayyid berkata, “Tarekat adalah jalan khurus bagi orang-orang yang menuju Allah, dari suatu tingkatan ke tingkatan yang lain.”
    Jadi SYARI’AT adalah dasar,TAREKAT adalah sarana dan HAKIKAT adalah buah. Ketiga hal ini saling melengkapi dan saling berkaitan.
    Barang siapa yang telah berpegang teguh pada yang pertama (Syari’at), maka dia akan menempuh yang kedua (Tarekat), lalu sampai pada yang ketiga (Hakikat). Tidak ada pertentangan dan perlawanan diantaranya. Oleh karena itu kaum sufi berkata dalam kaidah mereka yang terkenal, “Setiap hakikat yang melanggar syari’at adalah kezindikan.” Dan bagaimana bisa hakikat melanggar syari’at, sementara dia merupakan hasil dari pelaksanaannya.
    Ahmad zaruq berkata, “Tidak ada tasawuf kecuali dengan figh, karena hukum-hukum Allah yang zahir tidak akan diketahui kecuali dengannya. Tidak ada figh kecuali dengan ketulusan dan konsentrasi kepada Allah. Dan tidak ada keduanya (Tasawwuf dan Figh) kecuali dengan adanya iman, karena keduanya tidak akan sah tanpa iman. Semuanya merupakan keharusan, karena semuanya saling berkaitan, sebagaimana hubungan antara jasad dan roh. Tidak ada roh kecuali dalam jasad dan tidak ada kehidupan bagi jasad kecuali dengan adanya roh. Maka pahamilah.”
    Malik berkata, “Barangsiapa bertasawuf tanpa berfigh, maka ia telah zindik. Barangsiapa befigh tanpa bertasawuf, maka dia telah fasik, dan barangsiapa mengumpulkan keduanya, maka dia akan sampai pada hakikat.”
    Yang pertama dikatakan zindik karena dia melihat kepada hakikat tanpa melaksanakan syari’at. Dengan sombong, dia mengatakan bahwa manusia mempunyai pilihan dalam semua urusan. Dia adalah seperti yang dikatakan seseorang penyair.

    Dia melemparkannya di sungai dengan tangan terikat lalu dia berkata, “Awas, awas, jangan sampai engkau basah terkena air.”

    Dengan semua itu, dia telah merusak hukum-hukum syari’at dan pelaksanaannya, serta menghancurkan hikmah syari’at dan pengamatan terhadapnnya.
    Yang kedua dikatakan fasik karena hatinya belum dimasuki cahaya takwa, rahasia keikhlasan, kesadaran akan adanya pengawasan Allah dan muhasabah, sehingga dia belum terhindar dari maksiat dan berpegang teguh pada sunnah.
    Adapun yang ketiga dikatakan telah mencapai hakikat karena dia telah menggabungkan semua rukun agama, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan yang terkumpul dalam hadits Jibril a.s.
    Sebagaimana para ulama zahir menjaga batasan-batasan syari’at, ulama tasawuf menjaga adab-adab dan roh syari’at. Sebagaimana diperbolehkan bagi ulama zahir untuk berijtihad dalam menyimpulkan dalil-dalil dan mengeluarkan hukum, begitu juga diperbolehkan bagi para ahli makrifat untuk menyimpulkan adab dan metode untuk mendidik para murid dan para salik.
    Para salaf saleh dan kaum sufi yang tulus telah mengaktualisasikan penghambaan yang benar dan Islam yang sesungguhnya,karena mereka menyatukan antara, tarekat dan hakikat. Mereka benar-benar adalah ahlisyari’at dan hakikat yang menunjukkan manusia ke jalan yang lurus.
    Sesungguhnya jika agama kosong dari hakikat, maka akarna akan kering, ranting-rantingnya akan layu dan tidak akan berbuah.
    Wallaahu ‘a’lam bish-shawab wa ilaihi marji’ wal ma’ab
    (muhammad rizal aceh)

  22. navista hutami permalink

    syair perahu ini bagus kok, tp aku bingung maknanya apa ya?

  23. syair nya bagus banget
    kental dengan aroma islami

  24. saya memahami dari hati,bukan dr perasaan – sebab kebenaranNya adalah tidak membutuhkan pandainya alam pikir namun lbh membutuhkan jernihnya hati……Tuanku Hamzah Fansuri Ulama Besar yg memberikan petunjuk melalui Puisi2 Indahnya beliaulah Jalaludin Rumi nya Indonesia…terimakasih Admin….permisi ku copy dan kufile kedlm pribadi .

  25. luar biasa , ruh Puisinya Tuanku Hamzah Fansuri hanya bs dipahami oleh jernihnya hati, bukan alam pikir sepandai apapun otak , beliaulah Jalaludin Rumi nya Indonesia ….permisi admin ku copy utk file pribadi

  26. Wahyu permalink

    Thax….
    ini sngat membantu….

  27. Fadhil Muhammmad permalink

    tema’x apa’an sih??
    trz kesimpulan’x apa?

  28. Chandra permalink

    tolong dong tentuin isi, tema, dan amanatnya..

  29. kk makna syair ini apa? gak tahu bahasanya soalnya..
    kan saya pake bahasa indonesia bukan bahasa melayu
    makasih sebelumnya

  30. ajeng permalink

    tema isi serta amanat yg terkandung di dalamnya apa yh, bisa tlong di bantu ?
    trms

  31. keren tpi ane kaga ngerti ><

  32. Shaiiaehsaereih Oehlalagh Ciephrienceisd permalink

    apa si amanat puisi iniii,
    aarrggg :0

  33. apa tema dari syair tersebut?

  34. ainhie putry manjha yulizar permalink

    syair ny sngat-sngat bagus tpi saya tdk tahu ap makna dan tema nya pliss mohon di ksi tau dunkkkk,.. secepat ny

  35. iwan permalink

    Salam, alfu syukr untuk liriknya.. sekalian minta izin repost ^^

  36. king of razor permalink

    wwaawww
    sesuatu banget……………….

  37. sungguh sangat mengubah perasaan hidup seseorang….!!!!

  38. hasan permalink

    indah sangat syair-nya

  39. Alya Nadhiira permalink

    it’s nice :)

  40. Sri Agusthini permalink

    Syairnya sungguh sangat bagus.. Tpi sayang sya tdk mngerti apa makna syair itu.
    Dan syair yg trkndung di dalam itu apa tema,dan amanatnya?
    Tlong donk. Soalnya nih tugas skolah.
    Makasih sbelumnya..

  41. Sri Agusthini permalink

    Syairnya sungguh sangat bagus.. Tpi sayang sya tdk mngerti apa makna syair itu.
    Dan syair yg trkndung di dalam itu apa tema,dan amanatnya?
    Tlong donk di beri tahu. Soalnya nih tugas skolah.
    Makasih sbelumnya..

  42. subki permalink

    hebat…

  43. subki permalink

    terima kasih atas sharing ilmunya, ada lagi ?

saya akan balas segera

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 957 other followers

%d bloggers like this: